Sinopsis:
misteri, terkadang hidup seperti itu.
bagaikan roda yang di putar kadang di atas. kadang di bawah.
-Kevin Antonio
anak mafia paling berpengaruh di kotanya. semua orang takut padanya,
tapi untuk para gadis, dia bagaikan pangeran kegelapan yang menawan.
-Leonardo Cristy
sahabat kevin sejak kecil, jika kevin pangeran kegelapan.
maka Leo adalah pangeran cahaya. tampannya? jangan di tanya lagi!
-Stevanny silvie
anak detektif legendaris di kepolisian. dengan mewarisi bakat sang ayah,
vanny sudah sering memecahkan kasus , sesulit apapun itu.
lucu, hidup selalu di sangkut pautkan dengan kebetulan. kalau begitu
,apa itu takdir? kurasa itu adalah suatu kebetulan yang misterius.
kevin mendapat tuduhan sebagai tersangka utama kasus pembunuhan.
tidak ada saksi mata, tidak ada alibi, tidak ada bukti.
bagaimana caranya agar Leo bisa menyelamatkan sahabatnya? .
vanny yang tidak terpengaruh pesona kedua pangeran itu,
membuat mereka berdua menaruh hati padanya.
BAGIAN 1. TAKDIR DAN TRAGEDI
Ini adalah cerita pertama saya, semoga suka semuanya, mohon dukungannya.
****
Malam itu, langit terlihat tak bersahabat. Tanah basah berlumpur, genangan air di trotoar, serta bunyi atap yang tertimpa hujan.
Malam itu, langit terlihat tak bersahabat. Tanah basah berlumpur, genangan air di trotoar, serta bunyi atap yang tertimpa hujan.
Malam hari terlihat
sunyi, tapi tidak bagi kevin. Malam hari adalah saatnya beraksi. Kevin
antonio. Anak tunggal dari bos mafia kejam, marcelli antonio yang bahkan
di takuti kepolisian.
Kevin bersama sahabat dekatnya, Leonardo Cristy. Pergi ke salah satu club di bawah kekuasaan ayahnya.
Mencari kesenangan
dengan meminum alkohol atau menggunakan narkoba. Kebisingan suara DJ dan
gelabnya club sudah seperti makanan sehari hari.
Hari ini adalah hari
special bagi kevin. Karena tepat pukul 12 nanti dia akan berusia 17
tahun. Dan sang ayah akan dapat mempercayakan lebih banyak kekuasaan
padanya.
****
Pukul 11.00
Pukul 11.00
"Vin, kamu yakin kita rayakan di sini?" Tanya Leo dengan nada tidak suka.
Kevin hanya tersenyum simpul kepada sahabatnya, dia sudah mabuk berat. Kesadarannya sudah hampir hilang.
"Kan udah aku bilang, ke
rumah ku aja. Kamu bisa mabuk sesuka hati di sana" Leo sudah jengah
melihat sahabatnya yang melirik ke arah gadis gadis dengan pakaian
minim.
Kevin sama sekali tidak
perduli. Dengan santainya dia menarik salah satu gadis ke pangkuannya.
mencumbunya dengan rakus. Membuat Leo jijik dan mengalihkan
pandangannya.
Tidak sengaja pandangan
Leo bertemu dengan gadis yang sedang memandangnya. Leo terburu-buru
membuang muka. Dia benci wanita berpakaian minim. Maksudnya, semua
wanita yang ada di club malam. Dia benci dan merasa jijik.
Dan waktu terus berlalu,
****
Pukul 11.45
Pukul 11.45
Kevin merasa perutnya
mual. Dengan segera dia mendorong gadis yang ada di pangkuannya ke
lantai dan berdiri dengan gontai. Gadis itu bahkan tidak protes,baginya di
sentuh oleh orang seperti kevin membuatnya bangga.
Leo pun segera memapah pundaknya.
" kamu mau kemana? Pulang?"
Dengan gelengan pelan, dia menunjuk ke arah toilet dengan jarinya yang naik turun.
Leo mengangguk dan berusaha membantu sahabatnya. Tapi Kevin menolak dan mendorong Leo pelan.
"Aku, uk.. gak.. mabuk..uk. sendiri.. uk" Kevin melangkahkan kakinya dengan gontai ke arah toilet.
Leo yang merasa tidak yakin hanya bisa mengikuti dari belakang.
Di toilet, Kevin bukannya masuk ke toilet laki-laki malah masuk ke toilet perempuan.
Leo yang melihat itu hampir lompat ke arah Kevin. Tapi ada seseorang yang menghalangi jalannya,
"anda ini, tuan leonardo
cristy bukan? Anak dari Nyonya Maria cristy? Suatu keberuntungan tuan
datang kemari" ternyata dia manager club.
Leo tidak mendengarkan
apa kata orang di hadapannya. Dia terus melihat ke arah toilet
perempuan. Kevin belum keluar juga dari sana.
Manager itu terus
mengucapkan kata-kata bualan yang tidak penting. Membuat Leo kesal.
Ibunya adalah seorang pengusaha sukses yang juga sahabat dari marcelli
antonio.
Leo tidak heran kalau
banyak orang yang mencari perhatian darinya. Hanya untuk dapat bekerja
sama dengan perusahan CY interprise. CY adalah singkatan dari CristY.
Nama perusahaan yang di kelola ibu Leo.
Dengan tidak sabar Leo
mendorong manager tersebut . Membuatnya diam membisu di tempat. Leo
tidak perduli. Sahabatnya lebih penting sekarang.
"Dasar si bodoh itu!" Geramnya dengan langkah terburu-buru, menabrak beberapa orang yang sedang lalu lalang.
****
Kevin memuntahkan semua isi perutnya. Kepalanya sedikit berdenyut . Dan pandangannya agak kabur . Sekali lagi kevin memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan di toilet.
Kevin memuntahkan semua isi perutnya. Kepalanya sedikit berdenyut . Dan pandangannya agak kabur . Sekali lagi kevin memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan di toilet.
Kemudian dia menarik
dengan kasar tisu toilet hingga tisu terus berputar. Membiarkannya
begitu saja, Kevin keluar dari bilik toilet.
Tanpa di sengaja dia
bertabrakan dengan seorang gadis. Membuat tas gadis tersebut terjatuh
dan menumpahkan isinya. Gadis tersebut terlihat agak kesal dan terkejut
juga. Dengan segera dia memunguti barangnya kembali sambil menggerutu.
Kesal karna kevin tidak membantunya,kan dia yang nabrak.
Kevin tetap berdiri
dengan angkuh. Matanya terbuka tutup dengan pelan. Mabuknya cukup parah
ternyata. Kevin menunduk, melihat rambut berwarna coklat yang di sanggul
dengan beberapa anak rambut yang lepas. Memberikan kesan seksi.
Bajunya cukup minim tapi
tidak ketat. Berwarna merah dengan beberapa corak hitam. Sepatu hak
tinggi yang kevin tak tau apa merknya.
Gadis itu tiba tiba berdiri dan menatap langsung ke mata kevin.
"Dasar lelaki hina!" Teriak gadis itu dan langsung pergi meninggalkan kevin.
"Dasar lelaki hina!" Teriak gadis itu dan langsung pergi meninggalkan kevin.
Kevin hanya memandangi
punggung gadis itu dan menuju ke wastafel. Membasuh wajahnya yang
terlihat kuyu. Tapi tidak mengurangi kadar ketampanannya yang seperti
dewa yunani.
'Gadis tadi buta ya, setampan ini di bilang hina. Dia yang hina, beraninya menabrakku.'
'Ah,sial. Aku tidak ingat wajahnya' batinnya memukul kaca wastafel.
Kevin memandangi
wajahnya sekali lagi di wastafel dan menuju pintu keluar. Di luar dia
berpapasan dengan beberapa gadis yang memandanginya dengan tatapan aneh.
Seorang lelaki yang keluat dari toilet perempuan, sungguh mencurigakan.
Dan beberapa langkah,
Leo sudah kembali memapahnya. Kali ini mereka tidak akan kembali ke
tempat mereka tadi. Tapi menuju parkiran, lima menit lagi pukul 12. Dan
si kunyuk kevin malah setengah sadar. Merepotkan saja, batin Leo.
KYAAAAAAA...
Langkah pelan Leo
terhenti, Kevin masih lemas di pundaknya. Suara teriakan nyaring berasal
dari toilet perempuan tepat di belakang Leo.
Beberapa orang pria dan wanita berlarian menuju toilet. Sedangkan yang lain masih asik menikmati kesibukan mereka.
Leo melihat manager aneh tadi hendak melewatinya.
"Bisa kau siapkan satu kamar VVIP sekarang juga?"
Manager tadi terpatung, menoleh ke kanan dan ke kiri. Memastikan dirinya yang di ajak bicara.
"Sekarang juga!" Leo
sudah tidak sabar, dia agak terganggu dengan bau tubuh sahabatnya, dan
orang orang yang mengerumuni toilet semakin banyak, membutnya penasaran.
Perasan Leo terasa tidak enak. Semoga tidak terjadi apapun.
"Baik tuan, mari saya antar"
manager tersebut
menunjukkan jalan menuju sebuah pintu hitam besar yang di baliknya
terdapat banyak pintu lagi di sisi kanan dan kiri. Kemudian memasuki
kamar yang bertuliskan VVIP di pintunya.
Leo meninggalkan Kevin dalam kamar. Mengunci pintunya dari luar dan menuju toilet.
****
12.00
12.00
Leo,tercengan dengan apa
yang di lihatnya. Seorang gadis terbujur kaku diatas dudukan toilet
yang tertutup. Pakaian minim berwarna cream. Tas yang isinya berserakan,
di bawah kakinya. Matanya melotot ke arah bawah. Tapi yang aneh dari
semuanya adalah, tidak ada bekas darah.
Leo melihat garis merah
di sekitar lehernya, pasti di cekik dengan semacam kain atau tali. Leo
segera menghubungi polisi. Untuk pertama kalinya,Leo melihat pembunuhan
di depan matanya. Dia sangat suka membaca buku misteri dan detektif.
Sedikit rasa senang menghinggapinya.
Ah ,Leo ingat . Sekarang sudah pukul 12. Hei, kevin. Sepertinya awal dari umur 17 mu bukan lah hal yang baik.
****
Takdir yang kau tunggu, terkadang dapat berubah menjadi tragedi.
TBC....
****
Mohon voot dan komennya ya, :) jika banyak, saya akan lanjutkan, jika tidak mungkin akan saya updete cukup lama,
Mohon voot dan komennya ya, :) jika banyak, saya akan lanjutkan, jika tidak mungkin akan saya updete cukup lama,
cover bab 1 adalah Leonardo Cristy.
Spoiler bagian 2.
Vanny memandangi mayat wanita itu. Cih, ini sangat mudah, katanya. Pembunuh amatir, cukup pintar, namun kurang rapi.
" aku melihat lelaki mabuk keluar dari toilet ini"
" aku tidak membunuh siapapun!kalian gila? Kalian tidak tau siapa aku?"
" aku mohon tolong dia, sahabat ku bukanlah pembunuh"
" jangan menghalangi penyeledikikan, tuan sok pintar!"
Vanny memandangi mayat wanita itu. Cih, ini sangat mudah, katanya. Pembunuh amatir, cukup pintar, namun kurang rapi.
" aku melihat lelaki mabuk keluar dari toilet ini"
" aku tidak membunuh siapapun!kalian gila? Kalian tidak tau siapa aku?"
" aku mohon tolong dia, sahabat ku bukanlah pembunuh"
" jangan menghalangi penyeledikikan, tuan sok pintar!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar